Uncategorized

Tour Dharma Semarakkan Peresmian Sikkhapana Dharma Cakra

Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya

Liputan tim publikasi VVBS

Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai Tour Dharma 1–4 Januari 2026 yang diselenggarakan di Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya (VVBS), Palembang. Ratusan umat tampak antusias mengikuti rangkaian pembinaan rohani sejak hari pertama hingga puncak acara, yaitu peresmian Jing En Fo Xue Yuan (Sikkhapana Dharma Cakra) pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kegiatan empat hari ini menjadi ruang pemurnian batin dan pendalaman Dharma, melalui pembelajaran alat dharma, Dharma talk, pertobatan, dharmayatra, hingga upacara api homa. Nuansa kekeluargaan terasa kuat, sekaligus memperlihatkan semangat umat untuk terus bertumbuh dalam praktik spiritual yang berkesinambungan.

Rangkaian Tour Dharma diawali sambutan Ketua Pelaksana yang menekankan harapan agar kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran, pemurnian batin, serta penguatan tekad spiritual para peserta. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Acarya Lian Yuan melalui pemukulan gong, disertai penyerahan nametag dan goodie bag sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.

Pada sesi siang, peserta mengikuti pembelajaran alat Dharma (faqi) dengan dibimbing oleh Biksu Jiu Ru dari Seattle, Amerika Serikat. Materi mencakup fungsi dan makna alat dharma, tanda baca pada sutra, hingga tata cara penggunaan alat Dharma untuk mengiringi lantunan sutra dalam upacara keagamaan. Sejumlah alat dharma yang diperkenalkan antara lain mu yi, yin qing, tan che, gong, he che, dan chong gu.

Antusiasme peserta tampak saat mereka mempraktikkan langsung penggunaan faqi, termasuk mempelajari teknik melantunkan sutra serta menyelaraskan syair dengan ketukan alat. Sesi ditutup dengan praktik bersama melalui wan ge, sebagai penerapan dari pembelajaran yang telah diterima. Malam harinya, rangkaian spiritual memasuki Upacara Pertobatan Vajra hari pertama, awal dari praktik pertobatan yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dalam suasana penuh kekhusyukan.

Memasuki hari kedua, Dharma Talk disampaikan oleh Acarya Lian Yuan dengan penekanan pada inti ajaran Sutra Vajra dan makna Pertobatan Vajra sebagai fondasi pembebasan batin. Dalam pemaparannya, Sutra Vajra dijelaskan sebagai sutra kebijaksanaan yang menuntun sadhaka untuk menghancurkan keterikatan, membongkar konsep diri dan konsep makhluk, serta meluruhkan pandangan keliru yang mengikat kesadaran.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Acarya Lian Pu yang mengulas Vajrasattva dengan penyampaian lugas dan menyentuh batin. Interaksi peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan bermakna. Malamnya, Upacara Pertobatan Vajra kembali dilaksanakan sebagai sesi kedua rangkaian pertobatan.

Pada hari ketiga, peserta mengikuti Musi Cruise menuju Pulau Kemaro, dilanjutkan dharmayatra ke Kelenteng Kwan Kong. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempererat persaudaraan antarumat, sekaligus menghadirkan sukacita dalam perjalanan spiritual. Malam harinya, Upacara Pertobatan Vajra hari ketiga dilaksanakan sekaligus menutup rangkaian pertobatan tiga hari yang menjadi salah satu inti Tour Dharma.

Puncak kegiatan berlangsung Minggu, 4 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, melalui Peresmian Jing En Fo Xue Yuan (Sikkhapana Dharma Cakra). Aula Sikkhapana Dharma Cakra disebut memiliki kapasitas hingga 300 umat, dan diharapkan menjadi pusat pembinaan, pendidikan Dharma, serta penguatan pelayanan umat.

Peresmian ini dihadiri tamu undangan dan umat sedharma dari berbagai wilayah Indonesia, di antaranya Medan, Jambi, Lubuk Linggau, Prabumulih, Lampung, Jakarta, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Pemangkat, Pontianak, serta Palembang sebagai tuan rumah.

Dari unsur rohaniwan, hadir Acarya Lian Yuan, Acarya Lian Pu, dan Acarya Lian Zui (Palembang), Acarya Lian Fei dan Acarya Lian Yang (Jakarta), Dharmacarya Lian Hong (Jakarta), Biksu Jiu Ru (Seattle), serta Biksu Lian Sui (Pontianak) bersama rombongan Pandita Dharmaduta dan Lokapālasraya dari berbagai wilayah.

Sementara dari unsur tokoh dan pejabat, turut hadir antara lain: Pembimas Buddha Provinsi Sumatera Selatan, Bpk. Aris Cahyanto, S.Ag., M.Si.; Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Palembang, Bpk. Wijang Istoto, S.Pd.B.; Ketua Umum DPP Majelis Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia, Ibu Winarni Harsono beserta Sekjen Bpk. Yusuf Sumartha; Ketua DPD WALUBI Provinsi Sumatera Selatan, Bpk. Dr (c). Tjik Harun, S.E., S.H., M.H.; Ketua DPD WALUBI Provinsi Lampung, Bpk. Christian Chandra, S.H., S.Sos., M.M.; Ketua PTITD Komda Sumatera Selatan: Bpk. Akhek; Ketua DPD Majelis Kasogatan Sumatera Selatan, Bpk. Sujadi Bunawan; Ketua DPW Majelis Tridharma Indonesia (MTI) Sumatera Selatan, Bpk. Korius Hiunardy, serta para ketua vihara dari berbagai wilayah.

Rangkaian peresmian dibuka dengan Indonesia Raya, dilanjutkan Hymne Zhenfozong dan Hymne Kasogatan, pemutaran video sekilas Vihara Vajra Bumi Sriwijaya, serta penyambutan tamu kehormatan dengan Tari Tanggai khas Palembang. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Pembina Yayasan VVBS Acarya Lian Yuan, Ketua Umum DPP Majelis Ibu Winarni Harsono, Ketua DPD WALUBI Sumsel Bpk. Tjik Harun, serta Pembimas Buddha Sumsel Bpk. Aris Cahyanto.

Prosesi inti berupa gunting pita dan penandatanganan prasasti peresmian dilakukan oleh Ibu Winarni Harsono bersama Bpk. Aris Cahyanto, dilanjutkan pemotongan tumpeng, penyerahan cinderamata berupa pakaian adat Sumatera Selatan kepada Sekolah Atisa Dipamkara yang diterima oleh Ketua Umum DPP Zhenfo Zong Kasogatan Ibu Winarni Harsono, pemberian plakat penghargaan bagi tamu kehormatan, serta penyerahan donasi kepada Lotus Light Charity Society Indonesia sebagai wujud kepedulian sosial.

Nuansa kebersamaan kian terasa melalui penampilan seni tari dari anak-anak SMB, muda-mudi VVBS, serta persembahan dari Lubuk Linggau, yang menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan pelestarian seni budaya. Acara dilengkapi dengan perjamuan makan siang.

Pada sore hari pukul 15.00 WIB, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Puja Api Homa Vajrasattva yang diikuti dengan antusias hingga memenuhi ruang baktisala. Upacara berlangsung khidmat dan penuh penghayatan.

Sebagai penutup, panitia menggelar gala dinner dalam suasana hangat, disertai doorprize. Rangkaian kegiatan Tour Dharma pun berakhir dengan kesan mendalam—banyak peserta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan di tahun mendatang, dan panitia menanggapinya dengan senyum serta semangat: “coming soon.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *