Uncategorized

Dharma talk “Ask Ajahn”

Tim Publikasi Vihara Vajra Bumi Nusantara

“Di era digital yang serba cepat ini, kita hidup di tengah kemudahan teknologi sekaligus tekanan yang tidak ringan. Media sosial kerap menjadi sumber perbandingan dan tekanan, persaingan akademik semakin tinggi, dan tidak sedikit generasi muda yang mengalami kecemasan, stres, bahkan kebingungan dalam menjalani kehidupan. Banyak yang tampak baik-baik saja di luar, tetapi sesungguhnya sedang berjuang di dalam batinnya.”

Demikian kutipan pembuka keynote speech yang disampaikan oleh Ketua Sangha Zhenfozong Indonesia, Acarya Shi Lianfei dalam membuka acara Dharma Talk bersama narasumber Ajahn Brahm di Vihara Vajra Bumi Nusantara.

Pada 23 April 2026, bertempat di Vihara Vajra Bumi Nusantara, Sekolah Atisa Dipamkara menyelenggarakan kegiatan Dharma Talk bertema “Ask Ajahn”. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi SMP, SMA, dan SMK Atisa Dipamkara beserta dewan guru dengan jumlah sekitar 500 orang. Selain itu, turut hadir orang tua siswa dan umat Vihara Vajra Bumi Nusantara, sehingga total peserta mencapai 880 orang.

Dharma Talk “Ask Ajahn” menjadi ruang dialog interaktif antara peserta dan Ajahn Brahm dalam membahas berbagai tantangan kehidupan di era digital. Para siswa Atisa Dipamkara tampak antusias mengajukan pertanyaan, yang dijawab secara lugas, sederhana, dan penuh makna oleh Ajahn Brahm.

Ajahn Brahm merupakan seorang bhiksu asal Australia yang dikenal luas di tingkat internasional. Beliau telah lama mengabdikan diri dalam menyebarkan ajaran Dhamma ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Sejak puluhan tahun lalu, beliau secara rutin melaksanakan kegiatan dharma talk dan pembinaan umat di Indonesia, yang difasilitasi oleh Ehipassiko Foundation.

Gaya penyampaian beliau yang lugas, hangat, dan diselingi humor menjadikan ceramahnya mudah dipahami serta mampu menyentuh berbagai kalangan, baik umat Buddhis maupun masyarakat umum. Ajaran yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari karena dikemas secara sederhana namun sarat makna.

Salah satu karya beliau yang cukup dikenal adalah buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”, yang telah menjadi bacaan populer di Indonesia. Buku tersebut tidak hanya diminati oleh umat Buddhis, tetapi juga dibaca oleh berbagai kalangan lintas agama karena memuat pesan moral dan kebijaksanaan universal.

Kedatangan Ajahn Brahm ke Sekolah Atisa Dipamkara merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dharma Bakti beliau di Indonesia. Sebelum berkunjung ke Sekolah Atisa Dipamkara, Ajahn Brahm telah melaksanakan dharma talk di beberapa kota, antara lain Bali, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Setelah kegiatan bersama siswa-siswi Atisa Dipamkara, beliau dijadwalkan kembali mengisi dharma talk di sejumlah kota lainnya di Indonesia.

Setibanya di Vihara Vajra Bumi Nusantara, Ajahn Brahm terlebih dahulu melakukan kunjungan ke lingkungan sekolah untuk meninjau secara langsung kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung, sebelum kemudian mengikuti rangkaian acara dharma talk.

Kegiatan Dharma Talk “Ask Ajahn” ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami dan menghadapi dinamika kehidupan di era digital dengan lebih bijaksana. Melalui penyampaian yang sederhana, hangat, dan penuh makna dari Ajahn Brahm, para peserta diharapkan mampu mengembangkan ketenangan batin, kebijaksanaan, serta sikap welas asih dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya peran pendidikan dan pembinaan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai luhur ajaran Buddha.

Turut hadir dalam kegiatan Dharma Talk ini antara lain Ketua Umum Zhenfo Zong Kasogatan, Winarni Harsono; Pembimas Buddha Provinsi Banten, Sujianto; Penyelenggara Buddha Kabupaten Tangerang, Sigit Prajoko; Ketua Yayasan Ehipassiko Foundation, Handaka Vijjananda; Sekretaris Jenderal DPP Zhenfo Zong Kasogatan, Yusuf Sumartha; Ketua DPD Walubi Banten, Ricky Tansil; Ketua Forum Umat Buddha Banten, Jumarni; para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Banten; serta para Ketua DPD Majelis Agama Buddha tingkat Provinsi Banten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *